Burung Cendrawasih Harus Di Lindungi Dari Perburuan Liar

Burung Cendrawasih Harus Di Lindungi Dari Perburuan Liar

Pemerintah Daerah Papua menerbitkan surat edaran No. 60.1/6051/SET, yang berisi mengenai pelarangan penggunaan burung cendrawasih asli sebagai aksesoris dan cendera mata (oleh-oleh).

Burung Cendrawasih Harus Di Lindungi Dari Perburuan Liar

Surat edaran ini dilakukan karena semakin maraknya perburuan burung yang satu ini, tidak hanya dijual mati, burung endemic Papui ini dijual hidup dipinggir jalan.

“Kabupaten Jayapura dan Nabire paling tinggi tingkat perburuannya,” ucap Peter Roki Aloisius seorang Northern New Guinea Leader, WWF Indonesia-Papua Program.

WWF menginginkan sanksi untuk para pemburu bisa dilakukan lebih tegas lagi, tidak hanya sanksi yang materi yang bernilai miliaran, hukuman pidanan harus diterapkan.

Burung Cendrawasih Harus Di Lindungi Dari Perburuan Liar1

Padahal, burung cendrawasih sudah menjadi cerita dari nenek moyang bagi masyarakat Papua, Mereka mengungkapkan bahwa burung itu merupakan burung dari surge, bahkan sering disebut burung titisan leluhur masyarakat Papua.

“Termasuk aparat keamanan masih melakukan perburuan, mungkin itu dilakukan untuk pemberian cendera mata atau mungkin dipelihara sendiri,” ucapnya.

WWF menilai penerbitan surat ini adalah langkah tepat untuk melindungi 43 jenis cendrawasih yang berada di pegunungan sampai pesisir Papua.